Sabtu, 26 Januari 2013

Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas


PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
BAB I
PENDAHULUAN
A.    JUDUL
MELATIH ANAK UNTUK TERBIASA BERBICARA YANG SOPAN MEMALUI METODE BERCERITA

B.     LATAR BELAKANG MASALAH
Undang undang no 2 thn 2003 tentang sikdinas bahwa tujuan pendidikan anak usia dini untuk mengembangkan secara optimal agar terbentuk prilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Sebagaimana kita ketahui dalam dunia pendidikan salah satu pembelajaran yang diberikan pada anak usia dini adalah pembentukan karakter pada anak  melalui pembentukan akhlak prilaku, moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian sesuai dengan tingkat perkembangannya. Ciri dan bentuk pembelajaran yang diberikan untuk anak tk sebaiknya dikondisikan bagi anak untuk bisa mengekspresikan secara bebas. Belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku, pada dasarnya terjadi dan dihasilkan karena adanya proses interaksi antara subjek belajar dengan sumber belajar. Pada hakikatnya Proses interaksi yang baik adalah salah satu faktor terpenting untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Untuk itu seorang guru harus mempunyai kompetensi bahasa yang baik agar dalam proses pembelajaran terjadi komunikasi yang interaktif antara guru dan siswa.
Namun dalam prakteknya sering terjadi kesalahan dalam memahami maksud atau inti dari materi yang disampaikan. Hal ini dapat terjadi karena minimnya kosakata yang dimiliki anak, keterlambatan anak pada kemampuan berbahasa, pengaruh keluarga dan lingkungan sekitarnya.
  Untuk mengoptimalkan kemampuan anak dalam berbahasa sehingga ia mampu berkomunikasi dengan baik diperlukan alat atau media yang mampu merangsang anak dalam mengembangkan kemampuan berbahasa. Proses belajar pada hakikatnya sejalan dengan proses komunikasi, yaitu proses penyampaian sumber pesan melalui saluran media tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Dalam hal ini, pesan dapat diartikan sebagai materi, sumber pesan dapat diartikan sebagai buku, saluran/media misalnya, buku cerita, media film, alat peraga, media audio visual, media audio. Penerima pesan dapat diartikan sebagai siswa ataupun guru.
Penggunaan media dalam belajar adalah tidak lain untuk mendukung proses penyampaian pesan agar lebih tepat sasaran kepada penerima pesan. Penggunaan media yang seringkali digunakan dalam proses belajar seperti; alat peraga, media film, media audio, media audio visual, media grafis sederhana, slide, OHP, dll. Sumber belajar dapat diciptakan atau memanfaatkan lingkungan yang ada untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran siswa.
Salah satu sumber belajar yang bisa dimanfaatkan adalah buku cerita atau, majalah. Buku cerita atau majalah menjadi salah satu media yang memberikan kesempatan pada guru dan siswa untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif. Hasil yang bisa didapatkan anak berupa penambahan kosakata baru dan informasi tentang isi cerita yang ada dalam buku cerita tersebut. Oleh Karena itu peneliti ingin mengetahui lebih dalam lagi apakah kegiatan bercerita mampu meningkatkan kemampuan berbahasa anak sehingga anak dapat terlatih berbicara yang sopan pada lingkungannya. Dalam hal ini, peneliti bertujuan untuk memberikan suatu masukan terhadap permasalah-permasalahan yang terjadi sesuai gambaran di atas.


C.    RUMUSAN MASALAH
Dari uraian tersebut Berdasarkan uraian tersebut di atas dapatlah disusun permasalahan sebagai berikut : “ Bagaimana melatih anak untuk berbicara yang sopan ? ”

D.    TUJUAN PENELITIAN
Dari rumusan masalah tersebut di atas maka akan diketahui tujuan dari penulisan masalah ini yaitu:
”Mengetahui bagaimana cara melatih anak untuk berbicara yang sopan”

E.     MANFAAT PENELITIAN
Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini antara lain:
1.      Perbendaharaan kosa kata anak meningkat.
2.      Kemampuan berbahasa anak meningkat.
3.       Keaktifan anak dalam berkomunikasi meningkat.
4.       Keberanian anak mengungkapkan kembali isi cerita meningkat
5.      Anak terbiasa untuk berbicara yang sopan.




F.     KAJIAN PUSTAKA

1.      KAJIAN TEORI
2.      Kemampuan Berbahasa Lisan
Standar kompetensi anak usia dini adalah standar kemampuan anak usia 0-6 tahun yang didasarkan pada perkembangan anak. Standar kompetensi ini digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan kurikulum anak usia dini terdiri atas pengembangan aspek–aspek sebagai berikut :
§  Moral, nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian,
§   bahasa,
§   kognitif,
§  fisik / motorik dan
§  seni.
Pada penelitian ini aspek yang akan digunakan untuk perbaikan pembelajaran adalah aspek bahasa.Dalam kerangka dasar kurikulum 2004, menyebutkan pengertian kemampuan atau kompetensi merupakan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak (Depdiknas, 2004 : 2). Kompetensi dapat dikenali melalui sejumlah hasil belajar dan indikator yang dapat diukur dan diamati, kemampuan dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang dikaitkan dengan bahan kajian dan bahan pelajaran secara konstekstual. Pengertian kompetensi menurut E. Mulyasa, menyatakan bahwa kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak (E. Mulyasa, 2002 : 37).Pengertian berbahasa lisan dikutip dari Ensi Klopedia bebas (23 Juli 2009) berbahasa lisan adalah suatu bentuk

komunikasi yang unik dijumpai pada manusia yang menggunakan kata-kata yang diturunkan dari kosa kata. Dalam kamus besar bahasa Indonesia berbahasa lisan sama dengan bahasa percakapan.

2. Metode Bercerita
Pengertian metode bercerita dikutip dari Winda Gunarti (2008 : 5.3). Bercerita adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menyampaikan suatu pesan, informasi atau sebuah dongeng belaka, yang bisa dilakukan secara lisan atau tertulis. Cara penuturan cerita tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alat peraga atau tanpa alat peraga. Menurut RUA Zainal Fanani (2007) mengemukakan bahwa bercerita / mendongeng adalah metode komunikasi universal yang sangat berpengaruh kepada jiwa manusia. Melalui cerita-cerita / dongeng yang baik, sesungguhnya anak-anak tidak hanya memperoleh kesenangan atau hiburan saja, tetapi mendapatkan pendidikan yang jauh lebih luas, bahkan tidak berlebihan bila dikatakan bahwa cerita ternyata menyentuh berbagai aspek pembentukan kepribadian anak-anak. Cerita secara faktual erat sekali hubungannya dengan pembentukan karakter, bukan saja karakter manusia secara individual, tetapi juga karakter manusia dalam sebuah bangsa. Tidak heran bila banyak pakar kebudayaan yang menyatakan bahwa nilai jati diri, karakter dan kepribadian sebuah bangsa dapat dilihat dari cerita. Cerita rakyat yang hidup di bangsa itu. Kalau begitu, jelas bercerita bukanlah suatu yang berakibat sederhana. Cerita berpengaruh amat besar dalam jangka panjang, sampai–sampai dikatakan menjadi faktor dominan bagi bangunan karakter manusia di suatu bangsa.



G.    RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN
1.      Rencana Penelitian
a.       Subjek Penelitian
Anak didik PAUD Kelompok Belajar LESTARI yang berjumlah 30 anak ,16 perempuan dan 14 laki-laki dan karakateristik anak didik memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda.
b.      Tempat Penelitian
Dalam penilitian ini penulis mengambil lokasi di PAUD Kelompok Belajar Lestari Dusun Dengok V, Desa Dengok , Kecamatan Playen , Kabupaten Gunungkidul. Penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan bekerja pada Paud  tersebut, sehingga memudahkan dalam mencari data, peluang waktu yang luas dan subyek penlitian yang sangat sesuai dengan profesi penulis.
c.       Waktu Penelitian
Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama 2 bulan Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut .

2.      Prosedur Penelitian
a.       Perencanaan
Meliputi penyampaian materi dengan cara bercerita , mengajak anak untuk bercerita bersama dan memotivasi anak agar terbiasa berbahasa sopan di sekolah, di rumah maupun dilingkungan.


3.      Tindakan ( Action )/ Kegiatan, mencakup
a.       Siklus I, meliputi : Pendahuluan, kegiatan pokok dan penutup.
b.      Siklus II ( sama dengan I )
c.        Siklus III ( sama dengan I dan II )
4.      Refleksi, dimana perlu adanya pembahasan antara siklus – siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian.
H.    JADWAL PENELITIAN
No
KEGIATAN
MINGGU KE……..
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Perencanaan












2
Proses pembelajaran












3
Evaluasi












4
Pengumpulan Data












5
Analisis Data












6
Penyusunan Hasil












7
Pelaporan Hasil


I.        BIAYA PENELITIAN
Akibat yang timbul dari penelitian ini menjadi tanggung jawab peneliti, adapun biaya tersebut adalah :
1. Fotocopy Naskah          : Rp
2. Kerta folio 1 pack         : Rp
3. jilid buku                       : Rp
4. Rental Komputer           : Rp
5. lain – lain                       : Rp
JUMLAH                          : Rp


J.      PERSONALIA PENELITI
Penelitian ini melibatkan Tim peneliti, identitas dari Tim tersebut adalah :
 Nama                                        : 
 NIM                                         : 
Pekerjaan                                  : Guru 
Tugas dalam penelitian            : Pengumpulan dan  Analisis Data

1 komentar: