- July 15, 2013
- 0 Comments
SESORAH BAHASA JAWA
Assаlаmu’аlаikum Wr. Wb.
Bаpаk/Ibu guru lаn poro
rаwuh ingkаn kulo mulyааken dening Allаh SWT.Tepаngаken аsmi kulo Dаrmаji murid
kelаs gаngsаl Sekolаh Dаsаr. Wonten аkhir tаhun pembelаjаrаn puniko kulo bаdhe
pаring pidаto mаsаlаh “Sekolаh ijo”Poro rаwuh ingkаng munulyo,Ingkаng diаrаni
“Ijo” puniko mboten mung sаlаh sijining werno, nаnging wonteng hubungаne kаliаn
seger, nyаmаn, lаn lingkungаn kаng sehаt. Ting pundhi-pundhi cukul wit-witаn,
woh-wohаn, lаn suket, tebih sаngking polusi. Wit аgeng-аgeng kinoto rаpi wonten
tengen lаn kiwаne trotoаr dаlаn. Mboten wonten mаcet dаn sаmpаh pаting
semerаwut wonteng dаlаn.Kаgem kulo, lingkungаn ijo berаrti kulo sаget mаin lаn
seneng-seneng kаro konco-konco, mаnаs wonten ngisore srengenge tаnpo kuаwаtir
kulit dаdi ireng. Kelаs dаdi nyаmаn kаnggo sinаu lаn muleh sekolаh tаnpo
kringetаn.Poro rаwuh ingkаng minulyo,Kulo dilаhirkаn Wonten kotа niki, Sаngаtа
– Kotа Tаmbаng Bаtubаrа. Lаn kulo sаklаmi-lаmine tetep dаdos penduduk Sаngаtа. Meski
Kulo nembe nyedot howo Sаngаtа sedoso tаhun, ongko kаng sаget diitung ngаngge
deriji. Nаnging kulo bаdhe nderek urun rembug mаsаlаh Sаngаtа.Miturut Ibu,
tiyаng-tiyаng sаking pelosok penjuru Indonesiа podho sаmi dаteng wonten Sаngаtа
sаmi pаhos pendаmelаn lаn pungupo jiwo. Amаrgi, ting Sаngаtа wonten tаmbаng
bаtubаrа – KPC, bаpаk kulo nyаmbut dаmel ting mriko. Wonten perusаhааn sаmpun
nerаpаken аturаn kesehаtаn lаn keselаmetаn lingkungаn. Amаrgi kesehаtаn puniko
penting sаnget, mboten mаwon dаteng poro pekerjа nаnging ugi dаteng poro
siswo.Sinten ingkаng bаdhe tаnggung jаwаb njogo lingkungаn sekolаh niki lаn dаn
Sаngаtа dаdi resik, ijo, lаn sehаt?Jаwаbаne inggih puniko
“Kito...Kito........wаrgа sekolаh, mаsyаrаkаt, lаn pemerintаh”. Bilih kito
purun disiplin, mongko kito sаget wujudаken sekolаh kito dаdi sekolаh iji,
lingkungаne аmаn, lаn nyаmаn kаngge sinаu. Lаn diwiwiti sаngking sekolаh niki,
kebersihаn lаn lingkungаn sehаt Kotа Sаngаtа sаget diwujudаken. Mugi-mugi mimpi
kulo lаn kito sаmi sаget dipun sembаdаni dening Allаh.Kulo percаdos, bilih kito
duweni coro ingkаng bedo-bedo, nаnging tujuаne podho. Contone, kulo
tаnggungjаwаb mаrаng lingkungаn sekitаr kulo, poro rаwuh tаnggungjаwаb mаrаng
lingkungаne dewe-dewe. Mаsyаrаkаt lаn pemerintаh tаnggungjаwаb ning
lingkungаne, mongko kotа niki bаkаl dаdos kotа ingkаng ijo lаn sehаt.Poro rаwuh
ingkаng minulyo,Kulo percаdos bilih poro rаwuh sаrujuk kаleh usulаn kulo
ndаdhosаke sekolаh niki ijo lаn resik. Pаnggonаn ~ poro rаwuh gesаng, Pаnggonаn
~ poro rаwuh pаdhos nаfkаh, Pаnggonаn ~ аnаk-аnаk nulis cito-citone, lаn “the
plаce where your future begins” kаdos pаpаn kаng dipаmpаng wonteng ngаjenge
sekolаhаn.Puniko wаu urun rembug kulo, mugi-mugi sаget mаringi mаnfааt dаteng
kito sаmi. Amin ......Akhirul kаlаm...Wаssаlаmu’аlаikum Wr. Wb.
- July 01, 2013
- 0 Comments
Ukuran partikel koloid terletak
antara partikel larutan sejati dan partikel suspensi. Oleh karena itu, sistem
koloid dapat dibuat dengan mengelompokkan (agregasi) partikel larutan sejati
atau menghaluskan bahan dalam bentuk kasar kemudian didispersikan kedalam
medium pendispersi.
Cara Kondensasi
Cara kondensasi termasuk cara kimia.
Cara kondensasi termasuk cara kimia.
kondensasi
Prinsip : Partikel Molekular ————–> Partikel Koloid
Reaksi kimia untuk menghasilkan koloid meliputi :
Prinsip : Partikel Molekular ————–> Partikel Koloid
Reaksi kimia untuk menghasilkan koloid meliputi :
1. CARA KONDENSASI
Dengan cara kondensasi partikel larutan sejati (molekul atau ion) bergabung menjadi partikel koloid. Cara ini dapat diliakukan melalui reaksi-reaksi kimia, seperti reaksi redoks, hidrolisis, dekomposisi rangkap, atau dengan pergantian pelarut.
Dengan cara kondensasi partikel larutan sejati (molekul atau ion) bergabung menjadi partikel koloid. Cara ini dapat diliakukan melalui reaksi-reaksi kimia, seperti reaksi redoks, hidrolisis, dekomposisi rangkap, atau dengan pergantian pelarut.
a Reaksi Redoks
Reaksi redoks adalah reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi.
Contoh : pembuatan sol belerang dari reaksi kimia antara hidrogen sulfida (H2S) dengan belerang dioksida (SO2), yaitu dengan mengalirkan gas H2S kedalam larutan SO2.
Reaksi redoks adalah reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi.
Contoh : pembuatan sol belerang dari reaksi kimia antara hidrogen sulfida (H2S) dengan belerang dioksida (SO2), yaitu dengan mengalirkan gas H2S kedalam larutan SO2.
2H2S + SO2 2H2O + 3S (koloid)
Misalnya:
- Sol emas atau sol Au dapat dibuat dengan mereduksi larutan garamnya dengan melarutkan AuCl3 dalam pereduksi organik formaldehida HCOH;
2AuCl3 (aq) + HCOH(aq) + 3H2O(l) 2Au(s) + HCOOH(aq) + 6HCl(aq)
- Sol belerang dapat dibuat dengan mereduksi SO2 yang terlarut dalam air dengan mengalirnya gas H2S:
2H2S(g) + SO2 (aq) 3S(s) + 2H2O(l)
Misalnya:
- Sol emas atau sol Au dapat dibuat dengan mereduksi larutan garamnya dengan melarutkan AuCl3 dalam pereduksi organik formaldehida HCOH;
2AuCl3 (aq) + HCOH(aq) + 3H2O(l) 2Au(s) + HCOOH(aq) + 6HCl(aq)
- Sol belerang dapat dibuat dengan mereduksi SO2 yang terlarut dalam air dengan mengalirnya gas H2S:
2H2S(g) + SO2 (aq) 3S(s) + 2H2O(l)
b Hidrolisis
Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air.
Contoh : pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis FeCl3. apabila ke dalam air mendidih ditambahkan larutan FeCl3 akan terbentuk sol Fe(OH)3.
Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air.
Contoh : pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis FeCl3. apabila ke dalam air mendidih ditambahkan larutan FeCl3 akan terbentuk sol Fe(OH)3.
FeCl3 + 3H2O Fe(OH)3 (koloid) + 3HCl
Hidrolisis adalah reaksi suatu zat
dengan air. Misalnya:
- Sol Fe(OH3) dapat dibuat dengan hidrolisis larutan FeCl3 dengan memanaskan larutan FeCl3 atau reaksi hidrolisis garam Fe dalam air mendidih;
FeCl3 (aq) + 3H2O(l) Fe(OH) 3 (koloid) + 3HCl(aq)
(Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+)
- Sol Fe(OH3) dapat dibuat dengan hidrolisis larutan FeCl3 dengan memanaskan larutan FeCl3 atau reaksi hidrolisis garam Fe dalam air mendidih;
FeCl3 (aq) + 3H2O(l) Fe(OH) 3 (koloid) + 3HCl(aq)
(Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+)
- Sol Al(OH)3 dapat diperoleh dari
reaksi hidrolisis garam Al dalam air mendidih;
AlCl3 (aq) + 3H2O(l) Al(OH) 3 (koloid) + 3HCl(aq)
AlCl3 (aq) + 3H2O(l) Al(OH) 3 (koloid) + 3HCl(aq)
c Dekomposisi Rangkap
Sol As2S3 dapat dibuat dari reaksi antara larutan H3AsO3 dengan larutan H2S
2H3AsO3 + 3H2S As2S3 (koloid) + 6H2O
Sol As2S3 dapat dibuat dari reaksi antara larutan H3AsO3 dengan larutan H2S
2H3AsO3 + 3H2S As2S3 (koloid) + 6H2O
Misalnya:
- Sol As2S3 dibuat dengan gaya mengalirkan H2S dengan perlahan-lahan melalui larutan As2O3 dingin sampai terbentuk sol As2S3 yang berwarna kuning terang;
As2O3 (aq) + 3H2S(g) As2O3 (koloid) + 3H2O(l)
(Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2-)
- Sol AgCl dibuat dengan mencampurkan larutan AgNO3 encer dan larutan HCl encer;
AgNO3 (ag) + HCl(aq) AgCl (koloid) + HNO3 (aq)
- Sol As2S3 dibuat dengan gaya mengalirkan H2S dengan perlahan-lahan melalui larutan As2O3 dingin sampai terbentuk sol As2S3 yang berwarna kuning terang;
As2O3 (aq) + 3H2S(g) As2O3 (koloid) + 3H2O(l)
(Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2-)
- Sol AgCl dibuat dengan mencampurkan larutan AgNO3 encer dan larutan HCl encer;
AgNO3 (ag) + HCl(aq) AgCl (koloid) + HNO3 (aq)
d Penambahan (percikan) pelarut yang
sukar larut
Apabila larutan jenuh kalsium asetat dicampur dengan alkohol akan terbentuk suatu koloid berupa gel.
Apabila larutan jenuh kalsium asetat dicampur dengan alkohol akan terbentuk suatu koloid berupa gel.
PENGGANTIAN PELARUT
Cara ini dilakukan dengan mengganti medium pendispersi sehingga fasa terdispersi yang semulal arut setelah diganti pelarutanya menjadi berukuran koloid. Misalnya;
- untuk membuat sol belerang yang sukar larut dalam air tetapi mudah larut dalam alkohol seperti etanol dengan medium pendispersi air, belarang harus terlebih dahulu dilarutkan dalam etanol sampai jenuh. Baru kemudian larutan belerang dalam etanol tersebut ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk. Sehingga belerang akan menggumpal menjadi pertikel koloid dikarenakan penurunan kelarutan belerang dalam air.
- Sebaliknya, kalsium asetat yang sukar larut dalam etanol, mula-mula dilarutkan terlebih dahulu dalam air, kemudianbaru dalam larutan tersebut ditambahkan etanol maka terjadi kondensasi dan terbentuklah koloid kalsium asetat.
Cara ini dilakukan dengan mengganti medium pendispersi sehingga fasa terdispersi yang semulal arut setelah diganti pelarutanya menjadi berukuran koloid. Misalnya;
- untuk membuat sol belerang yang sukar larut dalam air tetapi mudah larut dalam alkohol seperti etanol dengan medium pendispersi air, belarang harus terlebih dahulu dilarutkan dalam etanol sampai jenuh. Baru kemudian larutan belerang dalam etanol tersebut ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk. Sehingga belerang akan menggumpal menjadi pertikel koloid dikarenakan penurunan kelarutan belerang dalam air.
- Sebaliknya, kalsium asetat yang sukar larut dalam etanol, mula-mula dilarutkan terlebih dahulu dalam air, kemudianbaru dalam larutan tersebut ditambahkan etanol maka terjadi kondensasi dan terbentuklah koloid kalsium asetat.
2. CARA DISPERSI
Dengan cara dispersi, partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid. Cara dispersi dapat dilakukan secara mekanik, peptisasi, atau dengan loncatan bunga listrik (cara busur Bredig).
Dengan cara dispersi, partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid. Cara dispersi dapat dilakukan secara mekanik, peptisasi, atau dengan loncatan bunga listrik (cara busur Bredig).
Cara Dispersi
Prinsip : Partikel Besar —————->
Partikel Koloid
Cara dispersi dapat dilakukan dengan cara mekanik atau cara kimia:
Cara dispersi dapat dilakukan dengan cara mekanik atau cara kimia:
1. Cara Mekanik
Cara ini dilakukan dari gumpalan partikel yang besar kemudian dihaluskan dengan cara penggerusan atau penggilingan.
2. Cara Busur Bredig
Cara ini digunakan untak membuat sol-sol logam.
3. Cara Peptisasi
Cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah).
Contoh:
- Agar-agar dipeptisasi oleh air ; karet oleh bensin.
- Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S ; endapan Al(OH)3 oleh AlCl3
a Cara Mekanik
Menurut cara ini butir-butir kasar digerus dengan lumpang atau penggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan medium dispersi.
Contoh : sol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan suatu zat inert (seperti gula pasir), kemudian mencampur serbuk halus itu dengan air.
Cara mekanik adalah penghalusan partikel-partikel kasar zat padat dengan proses penggilingan untuk dapat membentuk partikel-partikel berukuran koloid. Alat yang digunakan untuk cara ini biasa disebut penggilingan koloid, yang biasa digunakan dalam:
- industri makanan untuk membuat jus buah, selai, krim, es krim,dsb.
- Industri kimia rumah tangga untuk membuat pasta gigi, semir sepatu, deterjen, dsb.
- Industri kimia untuk membuat pelumas padat, cat dan zat pewarna.
- Industri-industri lainnya seperti industri plastik, farmasi, tekstil, dan kertas.
Alat penggilingan koloid terdiri dari 2 pelat baja dengan arah rotasi berlawanan. Partikel kasar akan dimasukkan ke ruang antara kedua pelat tersebut dan selanjutnya digiling. Partikel berukuran koloid yang terbuntuk kemudian didispersikan dalam medium pendispersinya untuk membuat system koloid. Contoh koloid yang dibuat dalam proses ini ialah koloid grafit untuk pelumas, tinta cetak, cat, dan sol belerang.
Menurut cara ini butir-butir kasar digerus dengan lumpang atau penggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan medium dispersi.
Contoh : sol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan suatu zat inert (seperti gula pasir), kemudian mencampur serbuk halus itu dengan air.
Cara mekanik adalah penghalusan partikel-partikel kasar zat padat dengan proses penggilingan untuk dapat membentuk partikel-partikel berukuran koloid. Alat yang digunakan untuk cara ini biasa disebut penggilingan koloid, yang biasa digunakan dalam:
- industri makanan untuk membuat jus buah, selai, krim, es krim,dsb.
- Industri kimia rumah tangga untuk membuat pasta gigi, semir sepatu, deterjen, dsb.
- Industri kimia untuk membuat pelumas padat, cat dan zat pewarna.
- Industri-industri lainnya seperti industri plastik, farmasi, tekstil, dan kertas.
Alat penggilingan koloid terdiri dari 2 pelat baja dengan arah rotasi berlawanan. Partikel kasar akan dimasukkan ke ruang antara kedua pelat tersebut dan selanjutnya digiling. Partikel berukuran koloid yang terbuntuk kemudian didispersikan dalam medium pendispersinya untuk membuat system koloid. Contoh koloid yang dibuat dalam proses ini ialah koloid grafit untuk pelumas, tinta cetak, cat, dan sol belerang.
b Cara Mekanik
Cara busur Bredig digunakan untuk membuat sol-sol logam. Logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elektrode yang dicelupkan dalam medium dispersi, kemudian diberi loncatan listrik di antara kedua ujungnya. Mula-mula atom-atom logam akan terlempar ke dalam air, lalu atom-atom tersebut mengalami kondensasi sehingga membentuk partikel koloid. Jadi cara busur ini merupakan gabungan cara dispersi dan cara kondensasi.
Cara busur Bredig digunakan untuk membuat sol-sol logam. Logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elektrode yang dicelupkan dalam medium dispersi, kemudian diberi loncatan listrik di antara kedua ujungnya. Mula-mula atom-atom logam akan terlempar ke dalam air, lalu atom-atom tersebut mengalami kondensasi sehingga membentuk partikel koloid. Jadi cara busur ini merupakan gabungan cara dispersi dan cara kondensasi.
Cara busur Bredig ini biasanya
digunakan untuk membuat sol-sol logam, sperti Ag, Au, dan Pt. Dalam cara ini,
logam yang akan diubah menjadi partikel-partikel kolid akan digunakan sebagai
elektrode. Kemudian kedua logam dicelupkan ke dalam medium pendispersinya (air
suling dingin) sampai kedua ujungnya saling berdekatan. Kemudian, kedua
elektrode akan diberi loncatan listrik. Panas yang timbul akan menyebabkan
logam menguap, uapnya kemudian akan terkondensasi dalam medium pendispersi
dingin, sehingga hasil kondensasi tersebut berupa pertikel-pertikel kolid.
Karena logam diubah jadi partikel kolid dengan proses uap logam, maka metode
ini dikategorikan sebagai metode dispersi.
Logam yang akan diubah menjadi
partikel-partikel koloid digunakan sebagai elektrode. Dua elektrode logam
dicelupkan ke dalam medium pendispersi (air dingin) sedemikian sehingga kedua
ujungnya saling berdekatan. Kemudian kedua elektrode diberi loncatan listrik.
Panas yang timbul akan menyebabkan logam menguap. Uapnya kemudian akan
terkondensasi dalam medium pendispersi dingin. Hasil kondensasi ini berupa
partikel-partikel koloid.
c Cara Peptisasi
Cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Zat pemeptisasi memecahkan butir-butir kasar menjadi butir-butir koloid. Istilah peptisasi dikaitkan dengan peptonisasi, yaitu proses pemecahan protein (polipeptida) yang dikatalisis oleh enzim peptin.
Contoh : agar-agar dipeptisasi oleh air, nitroselulosa oleh aseton, karet oleh bensin, dan lain-lain. Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S dan endapan Al(OH)3 oleh AlCl3.
Cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Zat pemeptisasi memecahkan butir-butir kasar menjadi butir-butir koloid. Istilah peptisasi dikaitkan dengan peptonisasi, yaitu proses pemecahan protein (polipeptida) yang dikatalisis oleh enzim peptin.
Contoh : agar-agar dipeptisasi oleh air, nitroselulosa oleh aseton, karet oleh bensin, dan lain-lain. Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S dan endapan Al(OH)3 oleh AlCl3.
Cara peptisasi adalah pembuatan koloid
/ sistem koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan / proses
pendispersi endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Zat pemecah
tersebut dapat berupa elektrolit khususnya yang mengandung ion sejenis ataupun
pelarut tertentu.
Contoh:
- Agar-agar dipeptisasi oleh air; karet oleh bensin.
- Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S ; endapan Al(OH) 3 oleh AlCl3.
- Sol Fe(OH) 3 diperoleh dengan mengaduk endapan Fe(OH) 33 yang baru terbentuk dengan sedikit FeCl3. Sol Fe(OH) 3 kemudian dikelilingi Fe+3 sehingga bermuatan positif
- Beberapa zat mudah terdispersi dalam pelarut tertentu dan membnetuk sistem kolid. Contohnya; gelatin dalam air.
Cara peptisasi adalah proses dispersinya endapan menjadi system koloid dengan penambahan zat pemecah. Zat pemecah yang dimaksud adalah elektrolit, terutama yang mengandung ion sejenis, atau pelarut tertentu. Sebagai contoh: Jika pada endapan Fe(OH)3 ditambahkan elektrolit FeCl3 (mempunyai ion Fe3+ yang sejenis) maka Fe(OH)3 maka Fe(OH)3 akan mengadsorpsi ion-ion Fe3+ tersebut. Sehingga, endapan menjadi bermuatan positif dan memisahkan diri untuk membentuk partikel-partikel koloid.
Beberapa contoh lain :
- Sol NiS dibuat dengan penambahan H2S kedalam endapan NiS
- Sol AgCl dibuat dengan penambahan HCl ke dalam endapan AgCl
- Sol Al(OH)3 dibuat dengan penambahan AlCl3 ke dalam endapan Al(OH)3
Contoh:
- Agar-agar dipeptisasi oleh air; karet oleh bensin.
- Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S ; endapan Al(OH) 3 oleh AlCl3.
- Sol Fe(OH) 3 diperoleh dengan mengaduk endapan Fe(OH) 33 yang baru terbentuk dengan sedikit FeCl3. Sol Fe(OH) 3 kemudian dikelilingi Fe+3 sehingga bermuatan positif
- Beberapa zat mudah terdispersi dalam pelarut tertentu dan membnetuk sistem kolid. Contohnya; gelatin dalam air.
Cara peptisasi adalah proses dispersinya endapan menjadi system koloid dengan penambahan zat pemecah. Zat pemecah yang dimaksud adalah elektrolit, terutama yang mengandung ion sejenis, atau pelarut tertentu. Sebagai contoh: Jika pada endapan Fe(OH)3 ditambahkan elektrolit FeCl3 (mempunyai ion Fe3+ yang sejenis) maka Fe(OH)3 maka Fe(OH)3 akan mengadsorpsi ion-ion Fe3+ tersebut. Sehingga, endapan menjadi bermuatan positif dan memisahkan diri untuk membentuk partikel-partikel koloid.
Beberapa contoh lain :
- Sol NiS dibuat dengan penambahan H2S kedalam endapan NiS
- Sol AgCl dibuat dengan penambahan HCl ke dalam endapan AgCl
- Sol Al(OH)3 dibuat dengan penambahan AlCl3 ke dalam endapan Al(OH)3
Pemurnian Koloid
Untuk memurnikan koloid yaitu menghilangkan ion-ion
yang mengganggu kestabilan koloid, dapat dilakukan cara dialisis. Koloid yang
akan dimurnikan dimasukkan ke kantong yang terbuat dari selaput semipermeabel
yaitu selaput yang hanya dapat dilewati partikel ion saja dan tidak dapat
dilewati molekul koloid. Contoh: kertas perkamen, selopan atau kolodion.
Kantong koloid dimasukkan ke dalam bejana yang
berisi air mengalir, maka ion-ion dalam koloid akan keluar dari kantong dan
keluar dari bejana dan koloid tertinggal dalam kantong. Proses dialisis akan di
percepat jika di dalam bejana diberikan arus listrik yang disebut elektro
dialisis.
Proses pemisahan kotoran hasil metabolisme dari
darah oleh ginjal termasuk proses dialisis. Maka apabila seseorang menderita
gagal ginjal, orang tersebut harus menjalani “cuci darah” dengan mesin
dialisator di rumah sakit. Koloid juga dapat dimurnikan dengan penyaring ultra.
- pemurnian koloid
- pemurnian koloid ppt
- ultradialisis
- cara dialisis koloid darah
- teknik pemurnian zat koloid suspensi dan larutan
- ppt pemurnian dan persiapan koloid
- pemurnian sistem koloid
- pemurnian koloid kimia
- pemurnian dan persiapan koloid
- pemurniaan koloid
Kegunaan Koloid dalam Kehidupan Sehari-hari
a. Mengurangi polusi udaraGas buangan pabrik yang mengandung asap dan partikel berbahaya dapat diatasi dengan menggunakan alat yang disebut pengendap cottrel. Prinsip kerja alat ini memanfaatkan sifat muatan dan penggumpalan koloid sehingga gas yang dikeluarkan ke udara telah bebas dari asap dan partikel berbahaya
Asap dari pabrik sebelum meninggalkan cerobong asap dialirkan melalui ujung-ujung logam yang tajam dan bermuatan pada tegangan tinggi (20.000 sampai 75.000 volt). Ujung-ujung yang runcing akan mengionkan molekul-molekul dalam udara. Ion-ion tersebut akan diadsorpsi oleh partikel asap dan menjadi bermuatan. Selanjutnya, partikel bermuatan itu akan tertarik dan diikat pada elektrode yang lainnya. Pengendap Cottrel ini banyak digunakan dalam industri untuk dua tujuan, yaitu mencegah polusi udara oleh buangan beracun dan memperoleh kembali debu yang berharga (misalnya debu logam).
b. Penggumpalan lateks
Getah karet dihasilkan dari pohon karet atau hevea. Getah karet merupakan sol, yaitu dispersi koloid fase padat dalam cairan. Karet alam merupakan zat padat yang molekulnya sangat besar (polimer). Partikel karet alam terdispersi sebagai partikel koloid dalam sol getah karet. Untuk mendapatkan karetnya, getah karet harus dikoagulasikan agar karet
menggumpal dan terpisah dari medium pendispersinya. Untuk mengkoagulasikan getah karet, biasanya digunakan asam formiat; HCOOH atau asam asetat; CH3COOH. Larutan asam pekat itu akan merusak lapisan pelindung yang mengelilingi partikel karet. Sedangkan ion-ion H+-nya akan menetralkan muatan partikel karet sehingga karet akan menggumpal.
Selanjutnya, gumpalan karet digiling dan dicuci lalu diproses lebih lanjut sebagai lembaran yang disebut sheet atau diolah menjadi karet remah (crumb rubber). Untuk keperluan lain, misalnya pembuatan balon dan karet busa, getah karet tidak digumpalkan melainkan dibiarkan dalam wujud cair yang disebut lateks. Untuk menjaga kestabilan sol lateks, getah karet dicampur dengan larutan amonia; NH3. Larutan amonia yang bersifat basa melindungi partikel karet di dalam sol lateks dari zat-zat yang bersifat asam sehingga sol
tidak menggumpal.
c. Membantu pasien gagal ginjal
Proses dialisis untuk memisahkan partikel-partikel koloid dan zat terlarut merupakan dasar bagi pengembangan dialisator. Penerapan dalam kesehatan adalah sebagai mesin pencuci darah untuk penderita gagal ginjal. Ion-ion dan molekul kecil dapat melewati selaput semipermiabel dengan demikian pada akhir proses pada kantung hanya tersisa koloid saja. Dengan melakukan cuci darah yang memanfaatkan prinsip dialisis koloid, senyawa beracun seperti urea dan keratin dalam darah penderita gagal ginjal dapat dikeluarkan. Darah yang telah bersih kemudian dimasukkan kembali ke tubuh pasien.
d. Penjernihan air
Untuk memperoleh air bersih perlu dilakukan upaya penjernihan air. Kadang-kadang air dari mata air seperti sumur gali dan sumur bor tidak dapat dipakai sebagai air bersih jika tercemari. Air permukaan perlu dijernihkan sebelum dipakai. Upaya penjernihan air dapat dilakukan baik skala kecil (rumah tangga) maupun skala besar seperti yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pada dasarnya penjernihan air itu dilakukan secara bertahap. Mula-mula mengendapkan atau menyaring bahan-bahan yang tidak larut
dengan saringan pasir. Kemudian air yang telah disaring ditambah zat kimia, misalnya tawas atau aluminium sulfat dan kapur agar kotoran menggumpal dan selanjutnya mengendap, dan kaporit atau kapur klor untuk membasmi bibit-bibit penyakit. Air yang dihasilkan dari penjernihan itu, apabila akan dipakai sebagai air minum, harus dimasak terlebih dahulu sampai mendidih beberapa saat lamanya.
Proses pengolahan air tergantung pada mutu baku air (air belum diolah), namun pada dasarnya melalui 4 tahap pengolahan. Tahap pertama adalah pengendapan, yaitu air baku dialirkan perlahan-lahan sampai benda-benda yang tak larut mengendap. Pengendapan ini memerlukan tempat yang luas dan waktu yang lama. Benda-benda yang berupa koloid tidak dapat diendapkan dengan cara itu.
Pada tahap kedua, setelah suspensi kasar terendapkan, air yang mengandung koloid diberi zat yang dinamakan koagulan. Koagulan yang banyak digunakan adalah aluminium sulfat, besi(II)sulfat, besi(III)klorida, dan klorinasi koperos (FeCl2Fe2(SO4)3). Pemberian koagulan selain untuk mengendapkan partikel-partikel koloid, juga untuk menjadikan pH air sekitar 7 (netral). Jika pH air berkisar antara 5,5–6,8, maka yang digunakan adalah aluminium sulfat, sedangkan untuk senyawa besi sulfat dapat digunakan pada pH air 3,5–5,5.
Pada tahap ketiga, air yang telah diberi koagulan mengalami proses pengendapan, benda-benda koloid yang telah menggumpal dibiarkan mengendap. Setelah mengalami pengendapan, air tersebut disaring melalui penyaring pasir sehingga sisa endapan yang masih terbawa di dalam air akan tertahan pada saringan pasir tersebut.
Pada tahap terakhir, air jernih yang dihasilkan diberi sedikit air kapur untuk menaikkan pHnya, dan untuk membunuh bakteri diberikan kalsium hipoklorit (kaporit) atau klorin (Cl2).
- May 31, 2013
- 1 Comments
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Akhir-akhir ini sering kita jumpai banyak wanita muslim yang tidak menggunkan jilbab. Mereka menggunkan pakaian yang terbuka ditempat umum. Jilbab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kerudung lebar yang dipakai wanita muslim untuk menutupi kepala dan leher sampai dada. Jilbab mempunyai banyak fungsi selain menutupi aurat, jilbab juga berfungsi sebagai cara untuk mencegah terjadinya penyakit kulit. Banyak orang terserang penyakit kulit disebabkan karena kulit yang tidak terjaga. Dengan menggunkan jilbab kulit kita akan terjaga dan tetap sehat.
Penulis mengangkat topik diatas karena di zaman sekarang ini wanita muslim yang berjilbab sangat sedikit. Untuk itu penulis ini memasyarakatkan tentang pentingnya berjilbab.
Akhir-akhir ini sering kita jumpai banyak wanita muslim yang tidak menggunkan jilbab. Mereka menggunkan pakaian yang terbuka ditempat umum. Jilbab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kerudung lebar yang dipakai wanita muslim untuk menutupi kepala dan leher sampai dada. Jilbab mempunyai banyak fungsi selain menutupi aurat, jilbab juga berfungsi sebagai cara untuk mencegah terjadinya penyakit kulit. Banyak orang terserang penyakit kulit disebabkan karena kulit yang tidak terjaga. Dengan menggunkan jilbab kulit kita akan terjaga dan tetap sehat.
Penulis mengangkat topik diatas karena di zaman sekarang ini wanita muslim yang berjilbab sangat sedikit. Untuk itu penulis ini memasyarakatkan tentang pentingnya berjilbab.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.2.1
Apa Pengertian Jilbab ?
1.2.2 Apa saja keutamaan berjilbab bagi wanita muslim ?
1.2.3 Apa saja manfaat jilbab bagi kesehatan manusia ?
1.2.4 Bagaimana cara merawat kerudung yang baik ?
1.2.2 Apa saja keutamaan berjilbab bagi wanita muslim ?
1.2.3 Apa saja manfaat jilbab bagi kesehatan manusia ?
1.2.4 Bagaimana cara merawat kerudung yang baik ?
1.3 Tujuan Penyusunan Karya
Ilmiah
1.3.1 Untuk menjelaskan pengertian jilbab.
1.3.1 Untuk menjelaskan pengertian jilbab.
1.3.2 Untuk menjelaskan macam-macam keutamaan
berjilbab bagi wanita muslim.
1.3.3 Untuk menjelaskan manfaat jilbab dalam
bidang kesehatan.
1.3.4 Untuk menjelaskan cara-cara merawat
jilbab yang baik.
1.4
Manfaat penyusunan karya ilmiah.
1.4.1 Memberi pengertian tentang pentingnya berjilbab bagi wanita muslim.
1.4.2 Wanita Muslim agar selalu menjaga auratnya dengan menggunakan jilbab
1.4.1 Memberi pengertian tentang pentingnya berjilbab bagi wanita muslim.
1.4.2 Wanita Muslim agar selalu menjaga auratnya dengan menggunakan jilbab
1.5 Metode Penelitian
1.5.1 Metode
Komperative
Penulis mengadakan penelitian disejumlah diantaranya SMA xxxxxxxxxxxxx,
Pondok Pesantren Playen dan Dusun Wiyoko Selatan RT 39 / RW 10.
Hasil penelitian di SMA xxxxxxxxxxxxx menunjukkan bahwa Siswi yang
beragama muslim menggunakan jilbab hanya sekedar memenuhi peraturan disekolah.
Banyak siswi SMA xxxxxxxxxxxxx yang belum menggunakan jilbab setiap hari
bahkan. Bahkan masih ada siswi SMA xxxxxxxxxxxxx yang tidak memakai jilbab
disekolah.
Hasil penelitian di Pondok Pesantren Playen menunjukkan bahwan kesadaran
menggunakan jilbab sangatlah tinggi, remaja putri muslim di Pondok Pesantren
tersebut sudah terbiasa menggunkan jilbab setiap hari. Peraturan yang sangat
ketat membuat remaja putri di Pondok Pesantren tersebut membuat banyak remaja
putri yang menggunkan jilbab.
Hasil penelitin di Dusun Wiyoko Selatan RT 39 / RW 10 menunjukkan bahwa
masih banyak warga yang belum menggunakan jilbab setiap hari. Kebanyakan
Ibu-ibu rumah tangga menggunakan jilbab hanya saat acara-acara twrtentu seperti
arisan, kondangan, pengajian dan lain-lain.
1.5.2 Metode Interview
Penulis mengadakan wawancara dengan sejumlah
siswi SMA xxxxxxxxxxxxx dan
remaja putri Pondok Pesantren Playen.
Salah seorang siswi SMA xxxxxxxxxxxxx mengatakan bahwa berjilbab ...................merupakan kewajiban bagi wanita muslim. Seorang remaja putri Pondok ...................Pesantren Playen mengatakan bahwa dengan menggunakan jilbab kita dapat ...................terhindar dari berbagai nacam penyakit kulit.
remaja putri Pondok Pesantren Playen.
Salah seorang siswi SMA xxxxxxxxxxxxx mengatakan bahwa berjilbab ...................merupakan kewajiban bagi wanita muslim. Seorang remaja putri Pondok ...................Pesantren Playen mengatakan bahwa dengan menggunakan jilbab kita dapat ...................terhindar dari berbagai nacam penyakit kulit.
1.5.3 Populasi
dan Sampel
1.5.3.1 Judul Penelitian: Pentingnya berjilbab bagi Wanita Muslim
1.5.3.1 Judul Penelitian: Pentingnya berjilbab bagi Wanita Muslim
1.5.3.2 Populasi:
Seluruh Siswi SMA xxxxxxxxxxxxx, yaitu sebanyak kurang lebih 156
Siswa, remaja putri Pondok Pesantren Playen sebanyak kurang lebih 75
Santri dan lingkungan masyarakat Dusun Wiyoko Selatan sebanyak 20
Kepala Keluarga.
Santri dan lingkungan masyarakat Dusun Wiyoko Selatan sebanyak 20
Kepala Keluarga.
1.5.3.2
Sampel: Siswi SMA xxxxxxxxxxxxx yang
beragama muslim kelas X,XI,XII, dan
Remaja putri Pondok Pesantren Playen dan lingkunan masyarakat Dusun
Wiyoko Selatan.
Remaja putri Pondok Pesantren Playen dan lingkunan masyarakat Dusun
Wiyoko Selatan.
1.5.4 Waktu dan Tempat
1.5.4.1 Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret
1.5.4.2 Tempat penelitian dilakukan di SMA xxxxxxxxxxxxx, Pondok Pesantren Playen, ................dan Dusun Wiyoko Selatan RT 39 / RW 10.
1.5.4.1 Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret
1.5.4.2 Tempat penelitian dilakukan di SMA xxxxxxxxxxxxx, Pondok Pesantren Playen, ................dan Dusun Wiyoko Selatan RT 39 / RW 10.
1.6
Kajian Teori
1. Menutut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian jilbab adalah kerudung lebar ..........yang dipakai wanita muslim untuk menutupi kepala dan leher sampai dada.
1. Menutut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian jilbab adalah kerudung lebar ..........yang dipakai wanita muslim untuk menutupi kepala dan leher sampai dada.
2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
2006 pengertian muslim adalah wanita penganut agama islam.
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Jilbab
Jilbab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia 2006 adalah kerudung lebar yang dipakai wanita muslim untuk menutupi kepala dan leher sampai dada.
Jilbab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia 2006 adalah kerudung lebar yang dipakai wanita muslim untuk menutupi kepala dan leher sampai dada.
Arti kata
jilbab ketika Al Quran diturunkan adalah kain yang menutup dari atas sampai
bawah, tutup kepala, selimut, kain yang di pakai lapisan yang kedua oleh wanita
dan semua pakaian wanita, ini adalah beberapa arti jilbab seperti yang
dikatakan Imam Alusiy dalam tafsirnya Ruuhul Ma`ani.
Imam Qurthubi
dalam tafsirnya mengatakan, Jilbab berarti kain yang lebih besar ukurannya dari
khimar (kerudung), sedang yang benar menurutnya jilbab adalah kain yang menutup
semua badan.
Dari atas
tampaklah jelas kalau jilbab yang dikenal oleh masyarakat indonesia dengan arti
atau bentuk yang sudah berubah dari arti asli jilbab itu sendiri, dan perubahan
yang demikian ini adalah bisa dipengaruhi oleh berbagai factor, salah satunya
adalah sebab perjalanan waktu dari masa Nabi Muhammad Saw sampai sekarang atau
disebabkan jarak antar tempat dan komunitas masyarakat yang berbeda yang tentu
mempunyai peradaban atau kebudayaan berpakaian yangberbeda.
Namun yang lebih penting ketika kita ingin memahami hukum memakai jilbab adalah kita harus memahami kata jilbab yang di maksudkan syara`(agama), Shalat lima kali bisa dikatakan wajib hukumnya kalau diartikan shalat menurut istilah syara`, lain halnya bila shalat diartikan atau dimaksudkan dengan berdoa atau mengayunkan badan seperti arti shalat dari sisi etemologinya.
Namun yang lebih penting ketika kita ingin memahami hukum memakai jilbab adalah kita harus memahami kata jilbab yang di maksudkan syara`(agama), Shalat lima kali bisa dikatakan wajib hukumnya kalau diartikan shalat menurut istilah syara`, lain halnya bila shalat diartikan atau dimaksudkan dengan berdoa atau mengayunkan badan seperti arti shalat dari sisi etemologinya.
2.2 Keutamaan Berjilbab bagi Wanita
1. Jilbab Itu Adalah Ketaatan Kepada Allah Dan Rasul
Allah SWT telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firman–Nya.Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mumin dan tidak pula bagi perempuan yang muminah,.apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka.pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-.....Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata. (Q.S. Al-Ahzab: .......36)
1. Jilbab Itu Adalah Ketaatan Kepada Allah Dan Rasul
Allah SWT telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firman–Nya.Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mumin dan tidak pula bagi perempuan yang muminah,.apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka.pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-.....Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata. (Q.S. Al-Ahzab: .......36)
2. Jilbab Itu Iffah
(Kemuliaan)
Allah SWT menjadikan kewajiban menggunakan
hijab sebagai tanda Iffah (menahan diri dari maksiat). Allah Subhanahu wa Taala
berfirman (yang artinya): Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu,
anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mumin: Hendaklah mereka mengulurkan
jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Itu karena mereka
menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek
(dosa), karena itu mereka tidak diganggu. Maka orang-orang fasik tidak
akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah karena itu mereka tidak diganggu
sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk
gangguan berupa fitnah dan kejahatan bagi mereka.
3. Jilbab itu kesucian
Allah SWT mensifati jilbab sebagai kesucian bagi hati orang-orang
mumin, laki-laki maupun perempuan. Karena mata bila tidak melihat maka hatipun
tidak berhasrat. Pada saat seperti ini, maka hati yang tidak melihat akan lebih
suci. Ketiadaan fitnah pada saat itu lebih nampak, karena hijab itu
menghancurkan keinginan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya, Allah
SWT berfirman Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga
berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya. (Q.S. Al-Ahzab: 32)
4. Jilbab Itu Pelindung
Rasulullah SAW bersabda Sesungguhnya
Allah itu Malu dan Melindungi serta Menyukai rasa malu dan perlindungan Sabda
beliau yang lain yang artiny): Siapa saja di antara wanita yang melepaskan
pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah Azza wa Jalla telah mengoyak
perlindungan rumah itu dari padanya.Jadi balasannya setimpal dengan
perbuatannya.
5. Jilbab itu Taqwa
Allah SWT berfirman(yang
artinya): Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian
untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa
itulah yang paling baik. (Q.S. Al-Araaf: 26)
6. Jilbab Itu Iman
Allah SWT tidak berfirman
kecuali kepada wanita-wanita beriman (yang artinya): Dan katakanlah kepada
wanita yang beriman. (Q.S. An-Nur: 31).Allah SWT juga berfirman (yang
artinya): Dan istri-istri orang beriman. (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Dan ketika wanita-wanita
dari Bani Tamim menemui Ummul Muminin, Aisyah radhiyallahu anha dengan pakaian
tipis, beliau berkata: Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah)
bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita
beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.
7.Jilbab Itu Perasaan
Cemburu
Hijab itu selaras dengan
perasaan cemburu yang merupakan fitrah seorang laki-laki sempurna yang tidak
senang dengan pandangan-pandangan khianat yang tertuju kepada istri dan anak
wanitanya. Berapa banyak peperangan terjadi pada masa Jahiliyah dan masa Islam
akibat cemburu atas seorang wanita dan untuk menjaga kehormatannya. Ali bin Abi
Thalib Radiyallahu anhu berkata: Telah sampai kepadaku bahwa wanita-wanita
kalian berdesak-desakan dengan laki-laki kafir orang ajam (non Arab) di
pasar-pasar, tidakkah kalian merasa cemburu? Sesungguhnya tidak ada kebaikan
pada seseorang yang tidak memiliki perasaan cemburu.
2.3 Manfaat Jilbab bagi
Kesehatan
Wanitacenderung lebih besar
resikonya dibandingkan pria untuk terserang penyakit kulit seperti kanker kulit
jika terlalu sering terpajan oleh sinar matahari yang banyak mengandung sinar
UV (pada pukul 09.00-16.00). dengan menutup aurat menggunkan jilbab dan
khimar/kerufung maka kulit dan rambut akan terjaga dan kemungkinan terkena
kanker itu menjadi lebih kecil.
Begitu juga dengan rambut. Rambut yang tertutup olrh khimar/kerudung akan lebih sehat dan lebih halus dibandingkan dengan rambut yang selalu terkena sinar matahari karena memang sinar matahari dapat membuat rambut kita menjadi rusak. Rambut yang dilindungi tidak akan mudah patah, memerah dan bercabang.
Begitu juga dengan rambut. Rambut yang tertutup olrh khimar/kerudung akan lebih sehat dan lebih halus dibandingkan dengan rambut yang selalu terkena sinar matahari karena memang sinar matahari dapat membuat rambut kita menjadi rusak. Rambut yang dilindungi tidak akan mudah patah, memerah dan bercabang.
Berikut adalah manfaat berjilbab bagi Kesehatan:
1. Mencegah dari penyakit kulit.
Kulit kita terdiri dari lapisan eoidermis, dermis, dan subcotaneous layers. Banyaknya penyakit kulit disebabkan oleh sinar matahari yang secara tidak langsung terkena kulit terutama sinar UV. Apalagi pada saat ini telah banyak lapisan ozon yang berkurang mengakibatkan semakin banyaknya sinar UV yang masuk ke bumi.
Kulit kita terdiri dari lapisan eoidermis, dermis, dan subcotaneous layers. Banyaknya penyakit kulit disebabkan oleh sinar matahari yang secara tidak langsung terkena kulit terutama sinar UV. Apalagi pada saat ini telah banyak lapisan ozon yang berkurang mengakibatkan semakin banyaknya sinar UV yang masuk ke bumi.
Jilbab mencegah
kontak langsung antara kulit dan cahaya matahari sehingga kulit terlindungi
dari bahaya terkena matahari secara langsung. Secara ilmiah terbukti bahwa
terkena sinar matahari secra langsungdapat menyebabkan berbagai macam penyakit
kulit yang berbahaya bagi manusia diantaranya sebagai berikut.
1.Sunburn (terbakar sinar matahari)
1.Sunburn (terbakar sinar matahari)
Sunburn terjadi akibat sengatan matahari
yang kadarnya melebihi daya tahan kulit terhadap UV. Seperti luka bakar karena
api baik gejala maupun tingkatannya. Suburn terjadi pada orang berkulit cerah
setelah terkena terik matahari kurang dari seperempat jam. Sedangkan orang
berkulit coklat (gelap) mampu bertahan di bawah terik matahari yang sama selama
3-9 jam. Gejala sunburn tidak nampak seketika setelah terkena sinar matahari,
akan tetapi setelah beberapa waktu. Gejalanya bermula dari rasa perih dan
muncul warna merah. Rasa perih akan mencapai puncaknya setelah 6-48 jam
tersengat matahari. Umumnya terjadi pembengkakan kulit, terutama kulit kaki.
Biasanya terik matahari di iringi hembusan hawa panas, dan hal ini kadang mengakibatkan
demam.
2.Solar keratoses(peradangan kulit luar
karena matahari)
Bentuknya seperti sisik-sisik kasar yang nampak pada bagian kulit yang terbakar. Keadaan ini dapat berkembang menjadi kanker kulit yang menyerang sel gepeng squamous cell. Radang juga sering dijumpai pada tempat-tempat yang berulang kali terkena sengatan sinar matahari, terutama punggung tangan dan wajah. Bagian wajah yang sering radang adalah hidung, tonjolan pipi, bibir atas dan dahi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada orang yang bekerja di area terbuka dalam jangka waktu lama. Pencegahan dapat dilakukan dengan melindungi kulit dari radiasi sinar UV.
Bentuknya seperti sisik-sisik kasar yang nampak pada bagian kulit yang terbakar. Keadaan ini dapat berkembang menjadi kanker kulit yang menyerang sel gepeng squamous cell. Radang juga sering dijumpai pada tempat-tempat yang berulang kali terkena sengatan sinar matahari, terutama punggung tangan dan wajah. Bagian wajah yang sering radang adalah hidung, tonjolan pipi, bibir atas dan dahi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada orang yang bekerja di area terbuka dalam jangka waktu lama. Pencegahan dapat dilakukan dengan melindungi kulit dari radiasi sinar UV.
3.Solar urticaria(gatal-gatal karena matahari)
Penyakit ini terjadi pada laki-laki maupun perempuan, namun jarang terjadi. Kebanyakan kasus terjadi sebelumm usia 40 tahun. Gejalanya langsung nampak seketika setelah terkena sengatan matahari. Penyakit ini biasa menyerang wajah dan punggung tangan. Kondisi ini akan semakin parah seiring dengan makin lamanya seseorang terkena sengatan matahari.
Penyakit ini terjadi pada laki-laki maupun perempuan, namun jarang terjadi. Kebanyakan kasus terjadi sebelumm usia 40 tahun. Gejalanya langsung nampak seketika setelah terkena sengatan matahari. Penyakit ini biasa menyerang wajah dan punggung tangan. Kondisi ini akan semakin parah seiring dengan makin lamanya seseorang terkena sengatan matahari.
4.Photosensitivity(kulit
sensitif terhadap matahari)
Sifat sensitif pada cahaya terjadi akibat reaksi tak wajar, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, antara kulit dan cahaya. Yang paling umum di dapati ialah reaksi antara sinar UV jenis B dengan sel-sel kulit. Efek yang timbul ialah kudis berwarna merah yang membengkak dan menimbulkan rasa nyeri. Hal ini dapat berlangsung dalam beberapa hari hingga berminggi-minggu.
Sifat sensitif pada cahaya terjadi akibat reaksi tak wajar, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, antara kulit dan cahaya. Yang paling umum di dapati ialah reaksi antara sinar UV jenis B dengan sel-sel kulit. Efek yang timbul ialah kudis berwarna merah yang membengkak dan menimbulkan rasa nyeri. Hal ini dapat berlangsung dalam beberapa hari hingga berminggi-minggu.
5. Kanker kulit
Semua jenis kanker kulit adalah akibat dari terkena sinar matahari, terutama saat terik matahari dari pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore. Para ilmuan meyakini bahwa sinar UV dapat merusak DNA dalam sel-sel kulit dan mengubahnya menjadi tumor kanker. Adapun daerah yang paling potensial terkena kanker kulit ialah wajah, telapak tangan, lengan dan betis. Kulit-kulit yang terkena sunburn lebih potensial terkena kanker kulit. Seperti mereka yang menjemur tubuhnya dalam keadaan telanjang secara berkala (sunbath). Sinar-sinar tersebut dapat merusak atau minimal melemahkan sel-sel antibodi yang tersebar di permukaan kulit. Akibatnya, pertumbuhan tumor kanker pun semakin ganas. Sinar-sinar tersebut juga berpengaruh pada kesehatan kulit dan keindahannya.
Semua jenis kanker kulit adalah akibat dari terkena sinar matahari, terutama saat terik matahari dari pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore. Para ilmuan meyakini bahwa sinar UV dapat merusak DNA dalam sel-sel kulit dan mengubahnya menjadi tumor kanker. Adapun daerah yang paling potensial terkena kanker kulit ialah wajah, telapak tangan, lengan dan betis. Kulit-kulit yang terkena sunburn lebih potensial terkena kanker kulit. Seperti mereka yang menjemur tubuhnya dalam keadaan telanjang secara berkala (sunbath). Sinar-sinar tersebut dapat merusak atau minimal melemahkan sel-sel antibodi yang tersebar di permukaan kulit. Akibatnya, pertumbuhan tumor kanker pun semakin ganas. Sinar-sinar tersebut juga berpengaruh pada kesehatan kulit dan keindahannya.
2.
Mencegah penuaan dini
Fungsi kulit pada tubuh wanita tidaklah sama dengan fungsi kulit pada tubuh laki-laki. Pada wanita kulit juga berfungsi sebagai kosmetik. Kulit terdiri dari dua lapisan utama yaitu lapisan epidermis dan lapisan dermis. Lapisan epidermis merupakan lapisan tipis yang tersusun dari sel-sel kromatin. Sel epidermis juga menghasailkan pigmen, yaitu warna pada kulit manusia. Sel-sel yang terdapat pada epidermis, 90%-nya merupakan sel tanduk yang menghasilkan serabut-serabut protein yang disebut keratin, sel-sel tersebut bersifat melindungi kulit. lapisan permukaan ini memperbaharui diri secara otomatis setiap bulan. Diantara sel-sel keratin terdapat sel kromatin yang tersebar. Sel ini menghasilkan zat berwarna gelap yang disebut melanin. Zat inilah yaang memberi warna pada kulit dan melindunginya dari radiasi sinar ultra violet (UV) yang berbahaya, yaitu dengan menyerap atau menghancurkannya. Bila sel-sel ini terkena sengatan matahari dalam jangka waktu lama, ia akan mengeluarkan melanin dalam jumlah besar. Sehinnga mengakibatkan warna coklat, suatu warna yang kurang cerah yang terjadi sebagai bagian dari fenomena penuaan. Lapisan kedua adalah lapisan dermis, Lapisan dermis lebih tebal dan lebih kuat dibandingkan dengan lapisan epidermis. Lapisan dermis tersusun dari anyaman jaringan ikat, pembuluh darah, saraf, kelenjar dan berbagai macam struktur, sepeti kelenjar lemak serta kelenjar keringat. Kelenjar keringat berfungsi sebagai stabilisator suhu tubuh. Kelenjar keringat berfungsi mempekakan kulit terhadap pengamanan fisik dan psikis, serta menjaga agar keseimbangan susunan elektrolit dalam serum terpelihara. Kelenjar lemak menghasilkan lemak yang melumasi kulit dan melindunginya dari sengatan matahari dan terpaan angin. Kulit yang berlemak merupakan akibat dari produksi lemak oleh kelenjar lemak secara kontinu. Kulit kering disebabkan karena produksi lemak yang menurun atau terhenti sama sekali. Di samping menghasilkan lemak dan keringat, dermis juga mengandung sistem limfe yang kompleks yang berfungsi menanggulangi infeksi. Sedangkan sistem saraf berfungsi menerima dan menghantarkan informasi atau impuls dari luar. Dalam lapisan dermis juga terdapat bahan kimiawi yang disebut kolagen. Kolagen adalah protein yang merupakan komponen terbesar bagi lapisan dermis. Kolagen berfungsi menentukan peringkat kelenturan di kulit. Kolagen menjaga agar kelenturannya tetap optimal. Kolagen juga memelihara agar tekstur kulit tetap lembut. Sinar matahari yang tampak (visible light,400-800 nm) tidak menimbulkan kerusakan, tapi di sebelahnya terdapat sinar infra merah (infra red=IR,1300-1700 nm) yang 40% bagiannya mencapai bumi dan berpengaruh terhadap proses photo aging (penuaan yang disebabkan sinar matahari). Pengaruh sinar matahari menahun/kronik juga dapat menyebabkan kerusakan kulit akibat efek fotobiologik sinar UV yang menghasilakn radikal bebas, akan menimbulkan kerusakan protein dan asam amino yang merupakan struktur utama kalogen dan elastis, kerusakan pembuluh darah kulit dan menimbulkan kelainan pigmentasi kulit. Usia secara berangsur-angsur akan menurunkan derajat kecantikan seorang wanita. Usia menyebabkan penumpukan pigmen di kulit tidak terdistribusi secara merata dan menyeluruh, melainkan timbul bercak-bercak. Semakin tinggi usia semakin cepat terjadinya akumulasi sel-sel mati di lapisan epidermis. Sehingga mengakibatkan perubahan pada kelenturan dan tekstur kulit yang mengakibatkan kekeringan, kekakuan, dan keriput-keriput di kulit. Semua proses penuaan di atas dapat di percepat pada kulit yang sering terkena matahari secara langsung, termasuk polusi kiamiawi dalam atmosfer. Dengan berjilbab dapat mencegah penuaan secara dini karena melindungi kulit kita dari cahaya matahari, angin, polusi udara secara langsung.
Fungsi kulit pada tubuh wanita tidaklah sama dengan fungsi kulit pada tubuh laki-laki. Pada wanita kulit juga berfungsi sebagai kosmetik. Kulit terdiri dari dua lapisan utama yaitu lapisan epidermis dan lapisan dermis. Lapisan epidermis merupakan lapisan tipis yang tersusun dari sel-sel kromatin. Sel epidermis juga menghasailkan pigmen, yaitu warna pada kulit manusia. Sel-sel yang terdapat pada epidermis, 90%-nya merupakan sel tanduk yang menghasilkan serabut-serabut protein yang disebut keratin, sel-sel tersebut bersifat melindungi kulit. lapisan permukaan ini memperbaharui diri secara otomatis setiap bulan. Diantara sel-sel keratin terdapat sel kromatin yang tersebar. Sel ini menghasilkan zat berwarna gelap yang disebut melanin. Zat inilah yaang memberi warna pada kulit dan melindunginya dari radiasi sinar ultra violet (UV) yang berbahaya, yaitu dengan menyerap atau menghancurkannya. Bila sel-sel ini terkena sengatan matahari dalam jangka waktu lama, ia akan mengeluarkan melanin dalam jumlah besar. Sehinnga mengakibatkan warna coklat, suatu warna yang kurang cerah yang terjadi sebagai bagian dari fenomena penuaan. Lapisan kedua adalah lapisan dermis, Lapisan dermis lebih tebal dan lebih kuat dibandingkan dengan lapisan epidermis. Lapisan dermis tersusun dari anyaman jaringan ikat, pembuluh darah, saraf, kelenjar dan berbagai macam struktur, sepeti kelenjar lemak serta kelenjar keringat. Kelenjar keringat berfungsi sebagai stabilisator suhu tubuh. Kelenjar keringat berfungsi mempekakan kulit terhadap pengamanan fisik dan psikis, serta menjaga agar keseimbangan susunan elektrolit dalam serum terpelihara. Kelenjar lemak menghasilkan lemak yang melumasi kulit dan melindunginya dari sengatan matahari dan terpaan angin. Kulit yang berlemak merupakan akibat dari produksi lemak oleh kelenjar lemak secara kontinu. Kulit kering disebabkan karena produksi lemak yang menurun atau terhenti sama sekali. Di samping menghasilkan lemak dan keringat, dermis juga mengandung sistem limfe yang kompleks yang berfungsi menanggulangi infeksi. Sedangkan sistem saraf berfungsi menerima dan menghantarkan informasi atau impuls dari luar. Dalam lapisan dermis juga terdapat bahan kimiawi yang disebut kolagen. Kolagen adalah protein yang merupakan komponen terbesar bagi lapisan dermis. Kolagen berfungsi menentukan peringkat kelenturan di kulit. Kolagen menjaga agar kelenturannya tetap optimal. Kolagen juga memelihara agar tekstur kulit tetap lembut. Sinar matahari yang tampak (visible light,400-800 nm) tidak menimbulkan kerusakan, tapi di sebelahnya terdapat sinar infra merah (infra red=IR,1300-1700 nm) yang 40% bagiannya mencapai bumi dan berpengaruh terhadap proses photo aging (penuaan yang disebabkan sinar matahari). Pengaruh sinar matahari menahun/kronik juga dapat menyebabkan kerusakan kulit akibat efek fotobiologik sinar UV yang menghasilakn radikal bebas, akan menimbulkan kerusakan protein dan asam amino yang merupakan struktur utama kalogen dan elastis, kerusakan pembuluh darah kulit dan menimbulkan kelainan pigmentasi kulit. Usia secara berangsur-angsur akan menurunkan derajat kecantikan seorang wanita. Usia menyebabkan penumpukan pigmen di kulit tidak terdistribusi secara merata dan menyeluruh, melainkan timbul bercak-bercak. Semakin tinggi usia semakin cepat terjadinya akumulasi sel-sel mati di lapisan epidermis. Sehingga mengakibatkan perubahan pada kelenturan dan tekstur kulit yang mengakibatkan kekeringan, kekakuan, dan keriput-keriput di kulit. Semua proses penuaan di atas dapat di percepat pada kulit yang sering terkena matahari secara langsung, termasuk polusi kiamiawi dalam atmosfer. Dengan berjilbab dapat mencegah penuaan secara dini karena melindungi kulit kita dari cahaya matahari, angin, polusi udara secara langsung.
2.4 Cara merawat Kerudung
Berikut ini tips bagaimana cara merawat kerudung yang baik:
1. Untuk semua jenis Kerudung dan jilbab jangan pernah mencucinya dengan mesin cuci. Karena .......akan merusa dacron atau busa dikepala untuk kerudung yang bermodel bergo dan merusak .......bahan jilbab untuk jenis bahan sutra atau katun. Cukup digosok-gosok saja dengan tangan dan .......tidak perlu disikat.
2. Untuk kerudung yang berbahan sutra jangan pernah mencucinya dengan detergen atau sabun ......cuci, gunakanlah shampo. Caranya dengan mencelupkan kerudung pada air yang telah diberi ......shampo. Biarkan sesaat dan tidak perlu diperas pada saat menjemurnya.
3. Apapun bahan dari kerudung tersebut, jangan lupa untuk menjemur dengan posisi bagian ......dalamnya yang diluar dan jemur ditempat yang teduh, hindari menjemur dibawah terik matahari .... .langsung.Agar warna kerudung tidak cepat memudar.
Berikut ini tips bagaimana cara merawat kerudung yang baik:
1. Untuk semua jenis Kerudung dan jilbab jangan pernah mencucinya dengan mesin cuci. Karena .......akan merusa dacron atau busa dikepala untuk kerudung yang bermodel bergo dan merusak .......bahan jilbab untuk jenis bahan sutra atau katun. Cukup digosok-gosok saja dengan tangan dan .......tidak perlu disikat.
2. Untuk kerudung yang berbahan sutra jangan pernah mencucinya dengan detergen atau sabun ......cuci, gunakanlah shampo. Caranya dengan mencelupkan kerudung pada air yang telah diberi ......shampo. Biarkan sesaat dan tidak perlu diperas pada saat menjemurnya.
3. Apapun bahan dari kerudung tersebut, jangan lupa untuk menjemur dengan posisi bagian ......dalamnya yang diluar dan jemur ditempat yang teduh, hindari menjemur dibawah terik matahari .... .langsung.Agar warna kerudung tidak cepat memudar.
...4. Pada saat menyetrika kerudung jangan pernah pula menyetrika dacron
atau busa untuk ......kerudung
yang berbentuk bergo, karena akan merusak bentuk dacron dan jangan menggunkan ......setrika yang panas
untuk berbagai jenis bahan kerudung.
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jilbab merupakan perintah Allah yang wajib kita kenakan. Dan apa-apa perintah Allah pasti ada manfaatnya. Dan bisa kita kuak mengenai manfaat jilbab yakni bisa mencegah dari penyakit kulit, kanker dan penuaan dini.
Jilbab merupakan perintah Allah yang wajib kita kenakan. Dan apa-apa perintah Allah pasti ada manfaatnya. Dan bisa kita kuak mengenai manfaat jilbab yakni bisa mencegah dari penyakit kulit, kanker dan penuaan dini.
3.2 Saran
Setelah membaca kartulis ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan pentingya berjilbab ......bagi.kesehatan mereka dan segera menggunkan jilbab setiap hari, supaya kesehatan mereka ......tetap terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehat bugar dan terhindar dari penyakit ......kulit yang sangat berbahaya, selain itu dengan berjilbab kita mendapatkan pahala dan terhindar
dari hawa nafsu.
Setelah membaca kartulis ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan pentingya berjilbab ......bagi.kesehatan mereka dan segera menggunkan jilbab setiap hari, supaya kesehatan mereka ......tetap terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehat bugar dan terhindar dari penyakit ......kulit yang sangat berbahaya, selain itu dengan berjilbab kita mendapatkan pahala dan terhindar
dari hawa nafsu.
DAFTAR PUSTAKA
Rosidi, Imron. 2005. Ayo Senang menulis Karya Tulis Ilmiah. Jakarta:CV.Media Pustaka
www.indojilbab.com /content/42-definisi-jilbab-dalam-alqur’an.
Rosidi, Imron. 2005. Ayo Senang menulis Karya Tulis Ilmiah. Jakarta:CV.Media Pustaka
www.indojilbab.com /content/42-definisi-jilbab-dalam-alqur’an.
Asysya.blogspot.com/2010/02-karya-tulis-ilmiah.
- April 15, 2013
- 4 Comments
